06 Februari 2012

Congratulations on Your Graduation!

"Hadiah terbaik yang dapat diberikan murid kepada tutornya adalah kelulusannya."
Selamat kepada Monik dan Saomi atas kelulusannya, terima kasih telah menjadi murid yang sangat baik dan rajin. Mohon maaf kalau gue sering men"cambuk" lu berdua m(-.-)m.

Dua murid saya sudah luluuuus *mewek*

31 Januari 2012

Konser Tohpati @ Salihara: Perenungan Genre


Hari Minggu (29 Jan 2012) lalu saya berkesempatan menonton Konser Tohpati di Teater Salihara. Konser ini adalah salah satu dari rangkaian konser dalam tema Salihara Jazz Buzz. Latihan Into The Woods dulu siangnya, lalu beli tiket dulu di Salihara, pulang untuk makan lalu kembali ke Salihara untuk nonton. Kursi sudah lumayan penuh saat saya datang, untungnya masih dapat tempat yang (awalnya) mendapat view yang bagus. Beberapa saat kemudian konser dimulai. Orang di depan saya yang sebelumnya duduknya bersandar ke kanan, sekarang bersandar ke kiri mepet dengan temannya di sebelah kiri sehingga view yang seharusnya bagus tadi berubah menjadi view kepala orang. Saya coba geser kanan dikit, ni orang duduknya bolak balik sandar kiri kanan jadi susah juga. Ya sudah daripada ribet pindah kursi di sebelah. Pandangan kembali tidak terhalang dan world peace is achieved.

Kali ini sang maestro Tohpati Ario Hutomo (gitar) ditemani oleh maestro lain Dimawan Kresno Adji a.k.a Wawan yang memegang cello. Kalau gak inget Wawan ini siapa, dia adalah leader Jogja String Quartet yang pernah menemani Dwiki Dharmawan juga di konser di Salihara yang pernah saya review di sini. Kembali ke konser, lagu pertama serem amat yak ~.~ Jadi sepertinya untuk konser kali ini Tohpati memilih lagu2 yang (subjectively) lebih kelam, kecuali dua lagu yaitu My Dream sebagai lagu kedua dan Sorak Sorai sebagai encore. Tohpati menggunakan efek musik dari notebook seperti desir angin, atau efek dari pedal seperti bunyi kolintang dengan nada yang sama saat dia memetik senar gitar), demikian jg dengan Wawan. Satu orang kayanya bisa mijak 12 pedal deh itu hahahah xD

Anyway, untuk kali ini saya tidak berniat untuk memberi review per lagu. Satu hal yang saya pelajari saat konser Tohpati ini adalah bahwa meskipun saya menyukai Jazz pada umumnya, saya lebih spesifik gemar lagu yang punya 'form'. Yang jelas awal, klimaks, akhirnya. Jazz itu sendiri salah satu prinsipnya adalah ketidak teraturan, sehingga beberapa lagu yang Tohpati mainkan justru membuat saya bosan atau malah merinding sendiri ~.~. Hal ini bukan berarti Tohpati tidak bagus bermain, tetapi lebih kepada bukan selera saya. Meskipun demikian, saat My Dream dimainkan, saya sampai menahan nafas saat hampir mencapai 'klimaks' lagu. Soal skill tidak perlu ditanyakan lagi, itu dua orang bisa buat orang capek dengan ngeliat jari2nya aja hahaha xD

Overall, untuk penggemar Jazz, konser ini benar-benar menunjukkan penguasaan Tohpati dan Wawan atas alat musik yang dimainkannya. Semua lagunya (subjectively) memerlukan skill tingkat advanced, dengan efek-efek yang cukup realistis dan tepat pada sasaran. Gak rugi saya menukar traktiran Hanamasa oleh partner saya dengan nonton konser ini. Satu hal lagi yang saya renungkan..... kapan ku bisa se piawai orang-orang ini? Kalau bisa tanpa latihan... *ngelunjak.com*

04 Oktober 2011

Menunggu Waktuku: Galungan (part 2)

Post ini adalah lanjutan dari post sebelumnya.

Setelah menonton oom Jubing, beberapa hari kemudian saya iseng menonton Dwiki Dharmawan, Jogja String Quartet dan Donny Sunjoyo. Lagi begaya sok Jazz2 an gitu deh gue. Gak tau Dwiki Dharmawan atau Jogja String Quartet atau Donny Sunjoyo itu siapa? Wah parah bener gak gaul banget deh lu huahahha :)) Hanya bercanda, teman. Gue sendiri baru denger dua yang terakhir pertama kali waktu nonton konser ini :))

Dwiki Dharmawan adalah salah satu musisi kondang Indonesia dengan aliran musik Jazz. Beliau tergabung dalam grup band Krakatau. Sedangkan Jogja String Kuartet adalah empat pemain alat musik gesek seperti biola, cello etc yang dipimpin oleh Dimawan Kresno Adji alias Wawan. Kalau perumpamaannya, Jogja String Kuartet ini adalah seperti Bond versi ngguanteng. Sedangkan Donny Sunjoyo adalah pemain Bass akustik (bass betot yang segede orang itu alatnya). Demikianlah latar belakang singkat para pemain musik.

Acaranya diadakan di Teater Salihara. Letaknya? Ya di jalan Salihara. Harga tiket Rp.75ribu untuk umum dan Rp.35ribu untuk mahasiswa. Ngiler liat harga mahasiswa, sayangnya kartu mahasiswa saya sudah hilang bersama dengan dompet saat dicopet dulu, jadilah akhirnya bayar harga umum.

Teater Salihara ini mempunyai kekhasan, yaitu saat acara akan dimulai maka gong yang ada di dekat pintu masuk akan dipukul sekali. Tamu-tamu kemudian baru boleh masuk dengan menunjukkan tiket yang sudah dibeli. Tempat duduk boleh terserah, jadi artinya yang antri paling awal akan dapat tempat duduk yang paling ideal akustiknya.

Ketiga (kelompok) pemusik yang kita bahas di atas berkolaborasi untuk menyuguhkan warna baru di musik Indonesia. Lagu-lagu yang dipakai seingat saya kebanyakan adalah lagunya Dwiki atau memang sudah lagu tradisional Indonesia yang di aransemen ulang. Mengenai alur dan judul - judul musik yang dimainkan, ini permasalahannya, sebenarnya saya gak nyatet lagu apa aja yang dimainkan huahahaha xD Yang saya paling ingat cuma satu lagu berjudul Galungan. Kenapa saya bisa ingat? Karena Dwiki meluangkan waktu khusus untuk menjelaskan lagu ini. Penjelasannya kira-kira begini:
"Ini lagu di album baru saya, saya buat waktu ke Bali. Saya gak tau jg ada yang suka ato ngga sih..."
Dan kemudian lagu dimulai. Lagu selesai. Yang tepuk tangan mungkin ada sekitar 10 dari 200 orang. Sisanya? Bengong semua gak ngerti sebenarnya itu lagu apa, gimana atau mungkin bahkan gak yakin itu lagu. Saya termasuk yang mana? Ah, biarlah menjadi misteri... :P

Konser berlangsung dua sesi, sekitar satu setengah - dua jam, dan karena ini adalah konser Jazz, banyak diisi dengan jam session masing - masing pemusik, seperti biasa pada pamer kemampuan huh. Di akhir acara, saat akan keluar saya baru notice bahwa istrinya oom Dwiki juga hadir menonton yayangnya *penting* Yak demikianlah ulasan saya tentang konser kedua yang saya hadiri, maaf bila ulasan ini sangat tidak memuaskan, maklum amatiran :P

Anyway, kemudian pasti kalian semua bertanya-tanya
"Kenapa judul thread nya adalah Menunggu Waktuku?"
Well, seperti yang sudah diketahui teman - teman, walaupun saya berkecimpung di dunia IT, passion saya adalah musik. Sampai sekarang saya selalu bermimpi ingin tampil di stage seperti para musisi yang sudah melanglangbuana ke berbagai negara untuk tampil. Menonton dua konser ini membangkitkan semangat saya untuk tetap berusaha menggapai mimpi. Aku yakin waktuku akan tiba. Sampai saatnya, mari kita terus berusaha!

30 Juli 2011

Menunggu Waktuku: Kaki Langit (part 1)

Beberapa waktu yang lalu (baca: sudah lamaaa… - red) saya berkesempatan untuk menonton dua konser. Konser pertama adalah konser Kaki Langit-nya Jubing Kristianto. Saya datang ke konser ini awalnya karena menemani seseorang yang ngebet banget nget nget ama Jubing, lagian lumayan konser gratis hahaha xD Setelah muter-muter gak tentu arah sampai kelewatan dan muter lagi, sampailah kami ke Bentara Budaya di Palmerah. Konser belum dimulai, tetapi tempat duduk sudah tidak ada yang kosong. Untungnya panitia berinisiatif membuka lapak baru (lu kira jualan??), jadilah kami duduk lesehan di karpet yang dibentangkan panitia, paling depan dooong xD Meskipun agak2 terhalang tanaman hias, posisi cukup PW. Tak lama setelah duduk, konser dibuka oleh MC Ananda Budhisuharto yang adalah teman akrab Jubing. Sip, gak perlu lama-lama nunggu.

Konser dibuka dengan Sinaran. Lagu pemanasan, supaya semangat. Lalu alunan rindu Jubing pada pengalaman masa kecilnya ditumpahkan lewat lagu Wangi Hujan. Dilanjutkan kenangan perpisahan, (ndak tau kenangan mana, perpisahan apa, yang nulis blog ngarang2 ajah - red) Lamen. Jubing mengubah gaya permainan menjadi swing, dan lagu yang beruntung mendapat aransemennya adalah Bengawan Solo. Aaaand he successfully started to get my attention. Tau aje aye suke jazz n swing ahahayyy… Bengawan Solo bisa ditonton di sini.

Acara dilanjutkan dengan Prelude to the Falling Leaves yang meninggalkan rasa manis (gula kale, tapi serius deh rasanya gitu hahaha). Kemudian disambung dengan Sailor’s Jig, lagu pengantar ke laut, lengkap dari hepi hepi sampai badainya juga ada. Nah sepertinya Jubing ini orangnya plin plan. Gak konsisten. Kenapa? Karena lagunya ganti2 melo ceria melo ceria, bingung gua. Lagu selanjutnya adalah Song For Renny, lagu didedikasikan untuk istrinya tercinta. Selepas itu, Jubing melanjutkan konsernya dengan Fat Man Blues-nya Jaya Suprana. Lalu masuk ke lagu utama, Kaki Langit. Lagunya katanya terinspirasi saat Jubing sedang berada di perjalanan, kiri kanan terbentang padang luas yang kosong sehingga yang terlihat adalah cakrawala (hence, kaki langit). Sebelum rehat, Jubing masih memainkan Rek Ayo Rek-nya Is Haryanto dan Ayun Langkahmu sebagai tribute bagi Elfa Secoria.
Setelah rehat, Jubing tampil berkolaborasi dengan Reda Gaudiamo tampil sebagai vokalis. Lagu pembuka adalah musikalisasi puisinya Sapardi Djoko Damono, Aku Ingin. Dan gue melongo. Hahaha gue baru sekali itu mendengar musikalisasi puisi sih, dan pas pula puisinya emang gue suka, langsung deh melongo, sampai lupa ngerekam. Untungnya ada rekamannya di yutub tercintah, meskipun kualitasnya bukan dari recorder profesional ndak papa lah yang penting bisa dinikmati ulang.

Musikalisasi puisi kedua yang ditampilkan adalah Gadis Kecil. Lalu dilanjutkan dengan Blackbird (Beatles), Gembira Berkumpul (AT Mahmud). Acara semakin meriah dengan datangnya Sigit Arditya aka Didiet, violis yang dulu kecil kecil cabe rawit itu loh. Sekarang udah gede, ternyata bukan gue doang yang tambah tua hahahahahahaha *curcol*. Langsung deh Jubing ama Didiet pamer. Mission Impossible. Huh. Gaya. Mentang-mentang jago. Sirik gue sirikkkkk! Dilanjutkan dengan Winter Games, dan Untukku Selamanya, lagu yang digubah Didiet khusus buat kekasihnya tercinta, namanya Karina. Selidik punya selidik, adiknya Intan Nuraini. Hahaha, berapa cewek dan cowok patah hati ya atas pasangan ini xD Gak puas pamer, masih pengen gaya, Jubing ama Didiet lanjut dengen Rondo alla Turca-nya Mozart. Gak bagus. Gak keren. Gampang maennya. Pokoknya jelek deh. Sirik gueeeeeeeeee huhuhuhuhuhuhu… Acara dilanjutkan dengan lagu lokal andalan kita, Nonton Bioskop, yang ternyata diciptakan oleh Benyamin Sueb untuk dinyanyikan Bing Slamet. Yang nyanyi ya mbak Reda. Acara kemudian ditutup dengan We Are The Champions. Tepuk tangaaaaan!

Konser ini diadakan sebagai peresmian album Kaki Langit, jadi ada booth penjualan CD nya dan ternyata Jubing juga memberikan tandatangan. Jadilah di akhir hari kami ngantri untuk mendapatkan tandatangan sang maestro. Hati senang, mari pulang!


(bersambung ke part 2)

23 Maret 2011

Left or Right?


Woman and her habit to change decision in the last second.
Well, still love her anyway ^_^

19 Maret 2011

melody

Just a tiny little quick update, a very simple paint that I just made :)

15 Desember 2010

Lowongan Kerja @ Kartuku

Friends,
my current company, PT Multi Adiprakarsa Manunggal a.k.a KARTUKU, has some openings. I only have job descriptions for openings that's in my department, but I will list all openings that I know here anyway. Anybody that's interested can send their resume to rstephanus (at) kartuku (dot) co (dot) id

General Requirements:
- Ability to multi-task.
- Team player with ability to complete assigned tasks independently.
- Interest in (mainly) EDC and (additionally) web software development. EDC project experience is a plus but not required.
- Flexible and have ability to interact with all levels in the organization.
- Fluency in English (written & spoken).

Current Openings:
1. IT Business Analyst:
The BA is the tip of the spear, as a liaison together with Business Development dealing with clients, attend meetings, gathering requirements and delivering the requirements to the team to formulate the best solution. This position has a highly mobile nature.

2. SDLC Coordinator
SDLC Coordinator suggest, facilitate, manage and enforce the use of SLDC methods to projects. As a coordinator, you make sure that the project run smoothly from the development side, and take care of the interference that can happen in the project.

3. Mid Software Engineer in Test (Mid Software Quality Control)
There’s no such thing as a program without a bug, and QC knows that exactly. QC knows the way around to find weaknesses of programs, exploits it and put a proper report to the developers and help finding solutions.

4. Technical Writer
Writing, writing, writing. Technical writer loves writing, and not only ordinary writing, TW puts the documentation to the next level. Concise, clear, ordered are TW’s middle names. TW knows exactly how to develop comprehensible documents from just bullet points, searching for appropriate sources and interviewing the right SME’s while developing the documents.

Complete job description and requirements for openings above can be found in this document.

Other openings that's not in my division:
5. Software Developer for EDC (Using C and Java)
6. Software Developer for web (Using PHP)
7. Human Resource Staff
8. Account Manager
9. Business Development (Marketing)

That's all openings that I know, folks. Chance is that there are more openings that I don't know, but well, at least I post a lot of positions :P If you are interested, please contact rstephanus (at) kartuku (dot) co (dot) id

A bit about KARTUKU:
1. Is a company that provides EDC for banks to be put on merchants
2. Currently have 200+ employees
3. Office is @ Setia Budi 2 Building
4. Work days Mon - Fri 9 am to 6 pm
5. Salary is negotiable
6. Friday snack time
7. Reimbursement for medical