29 Januari 2010

Zionis, Ospek-is dan Kantor-is

Beberapa oknum Yahudi disiksa oleh Nazi.
Saat oknum Yahudi ini mendapatkan kebebasannya, mereka balik menyiksa Palestina.

Beberapa oknum siswa 'disiksa' oleh seniornya.
Saat siswa ini menjadi senior, mereka balik 'menyiksa' juniornya.

Beberapa oknum pegawai kantor 'disiksa' oleh bosnya.
Saat oknum pegawai kantor ini menjadi manager, mereka balik 'menyiksa' bawahannya.

Dan ketika ditanya, jawaban yang keluar kira-kira adalah begini:
'Dari dulu memang sudah begini kok, udah tradisi.'


Saya yakin anda semua bisa menangkap kemiripan di tiga kisah tersebut. Mungkinkah memang sudah menjadi sifat manusia untuk membalas dendam terhadap makhluk yang lebih 'lemah' atas perlakuan yang diterimanya dari makhluk yang lebih 'kuat'?

Satu hal, sebelum anda melempar batu pada para Zionis, periksalah dahulu apakah anda sendiri adalah seorang 'zionis' kecil via ospek, kantor dan acara2 lain yang memberikan kesempatan 'junior - senior'. Hal ini berkaitan dengan salah satu teori psikologi, yaitu teori jendela pecah. Teori jendela pecah menyatakan, ketika kejahatan-kejahatan kecil dibiarkan tumbuh subur di suatu tempat, kejahatan-kejahatan besar akan muncul di tempat itu beberapa lama kemudian. Diumpamakan dengan sebuah rumah yang punya banyak jendela, jika salah satu jendela pecah dan tidak diperbaiki, maka beberapa lama kemudian kaca jendela yang lain juga akan dipecahkan oleh orang2, atau bahkan mungkin dijarah karena mereka menganggap rumah itu 'sudah ditinggalkan' dan 'tak terawat'. Jika anda menganggap bullying senior - junior adalah hal yang wajar, hal inilah yang mendasari 'bullying' lain dalam lingkup yang lebih besar.

2 komentar:

d ogo mengatakan...

very cool

godofredo

vsebayang mengatakan...

Tulisan anda ini menginspirasi saya menulis di blog dan sudah sy posting di link berikut ini:
http://vsebayang.wordpress.com/2010/02/06/menghentikan-luka-meneruskan-cinta/