16 Maret 2021

Pengalaman jadi Editor Youtube Channel Gereja 1 Tahun Ini

Hampir setahun setelah Covid 19 dinyatakan masuk ke Indonesia. Maka genap satu tahun sudah ibadah gereja diadakan secara online. Tahun lalu di bulan ini, saya mengajukan diri menjadi editor video ibadah online Grace of Christ Community Church agar banyak jiwa yang bisa mengikuti ibadah di manapun mereka berada. Tadinya video direkam live menggunakan kamera webcam sederhana didampingi teman gereja yang berprofesi sebagai D.O.P. Lama-lama sudah ada tim kameraman sehingga saya bisa fokus edit video saja.

Total ada 78 video yang sudah saya buat. Dengan tiap videonya membutuhkan 8 jam kerja maka saya sudah menghabiskan 624 jam di depan komputer untuk menghasilkan video-video yang bisa anda lihat di Channel Youtube ini:



Semua perangkat lunak yang digunakan gratis alias free software karena saya percaya kerja buat Tuhan lebih baik tidak pakai bajakan. Tahap pengeditan video-video ini kurang lebih seperti ini:

  • Unduh video rekaman mentah dari Google Drive.
  • Membuat template intro dan ending (pembukaan tiga menit) di Open Broadcaster Software
  • Membuat gambar layar (screenshot) ayat di Inkscape. Hal ini perlu dilakukan karena jika mengandalkan video mentah, tampilan ayat agak bergetar akibat ada alat yang butuh perawatan.
  • Setelah potongan-potongan pekerjaan di atas selesai, saya memasukkan semua potongan video dimasukkan ke DaVinci Resolve. Kemudian intro, ending, dan screenshot ayat yang sudah digabung satu per satu di Resolve. Kemudian diekspor dengan setting best sebagai master. Hasil ekspornya adalah file sekitar 100 GB. Selain itu saya juga mengekspor dengan setting 25 fps untuk ditayangkan oleh First Media Channel.
  • File ini kemudian saya kompres ulang di Handbrake sehingga ukurannya menjadi lebih kecil sekitar 6GB. Mengapa saya perlu kompres di Handbrake? Karena kompres di Handbrake lebih baik daripada kompres di Davinci Resolve.
  • File ini yang kemudian saya upload ke Youtube. 
Seperti ini hasil editannya:




Apakah tugas saya sudah selesai? Belum pemirsa. Dari video keseluruhan yang saya sudah tonton ini, saya memilih 2-3 cuplikan kotbah yang terbaik yang bisa dipakai sebagai teaser sehingga orang tertarik menonton ibadah online GCCC. Lalu saya mintakan editor lain memilih satu yang terbaik baru kemudian saya memproduksi cuplikan video kemudian menayangkannya di Youtube. Ini contoh cuplikannya:


Di awal pandemi, channel Youtube Grace of Christ Community Church ini hanya memiliki 30an subscribers. Sekarang sudah ada 3070 subscribers. Setiap minggunya menghasilkan rata-rata 2 video dengan video cuplikan ditonton rata-rata ratusan orang dan untuk video ibadah raya ditonton 2000an orang. Haleluya!

.