Perhatian: bagi yang (dalam hati) setuju untuk mengkotak2an orang berdasarkan suku, agama dan rasnya dianjurkan untuk tidak membaca postingan ini.
Dikutip dari sini:
'Sebanyak 62 % guru-guru agama Islam sekolah umum di Jawa menolak orang non muslim menjadi pemimpin publik. Selain itu sebagian guru agama Islam di Jawa juga tidak toleran dan anti pluralitas.'
'Para guru masih belum bisa mengajarkan pluralitas dan sikap toleran. Padahal, sikap dan pandangan Islam, guru agama harus mendukung dan berpartisipasi dalam kehidupan masyarakat Indonesia yang beragam.'
Yang perlu dicatat, hal ini bukan hanya terjadi di Jawa, intoleransi dan pengajaran intoleransi oleh guru-guru terjadi di banyak tempat di seluruh Indonesia.
Pelarangan beribadah yang terjadi di Bekasi itu sudah lama terjadi di tempat-tempat lain. Teman saya yang adalah jemaat di salah satu gereja yang bermasalah itu curhat 'udah bertahun-tahun kami urus izinnya, udah dapet surat dari lurah, pertama kali beli tanah juga sudah dengan catatan akan dijadikan tempat ibadah, sudah sampai berganti walikota dan dijanjikan kemudahan. Tapi kok sampai sekarang tetap kami gak diizinkan ya? Camat tak sedikitpun mau bekerja sama dengan kami, padahal surat lurah sudah kami bawa.'
Pertama kali teman saya datang sebagai sukarelawan pasca Tsunami di Aceh, sambutan beberapa anggota masyarakat adalah 'ngapain kalian datang kesini? Mau Kristenisasi ya?' Ya ampun, dalam kesusahan masih aja inget buat mendiskriminasikan orang ya :)
Saya sendiri sudah mengalami sendiri beberapa kasus intoleransi. Sewaktu bermain-main di depan rumah, saya pernah diteriakin 'Pergi kau, dasar Kristen!' oleh anak-anak di sekitar rumah. Saat SMU, ketua kelas saya diganti atas permintaan murid kelas yang meminta ketua kelas hendaknya adalah muslim dengan alasan 'gak ada yang bilang ucapkan salam saat pelajaran agama'.
Lalu, bagaimana selanjutnya? Saya setuju dengan kata Direktur Wahid Institute:
'Kalau pemerintah serius ingin menghilangkan intoleransi beragama, pemerintah harus mengakui bahwa hal itu terjadi di Indonesia. Selama ini, menurut Yenny, pemerintah cenderung menghindar karena aparatur negara belum memiliki visi misi yang jelas untuk menyelesaikan masalah ini.'
Dan setelah mengakui, berusaha menyelesaikan. Sampai ke akar-akarnya.
I'm dreaming of a peaceful united Indonesia. Semoga bukan hanya mimpi di suatu saat nanti :)